Dual SIM Layar Sentuh, Harga Tetap Murah - Nokia Asha 310 Review

Perkuat portofolionya di segmen bawah, Nokia kembali meluncurkan ponsel seri Asha terbarunya. Melalui seri Asha 310, vendor asal Finlandia tersebut menghadirkan ponsel berlayar sentuh dengan harga yang relatif murah. Apa saja fitur yang dibawa pada produk Asha terbarunya ini?

DESAIN

Dimensi: 109.9 x 54 x 13 mm; 103.7  gram; full touchscreen; material plastik; port audio 3.5 mm, port microUSB; tombol volume, tombol power/lock; lubang mic, 2  tombol di bawah layar (call dan disconnect)
Anda nyaris tidak akan menemukan perbedaan yang berarti jika melihat dimensi dan disain Nokia Asha 310 dan pendahulunya yakni Nokia Asha 308.
Dari segi bentuk, ponsel terbaru dari Nokia ini tidak beranjak jauh dari seri Asha lainnya. Dengan bentuk bodi bersudut trapesium di keempat sudutnya.  Kombinasi bezel logam dan backcover berbahan plastik yang diberikan bahan pelapis. Konon bahan pelapis di back casing ini selain memberikan kesan elegan, juga melindungi bagian belakang ponsel dari resiko mudah tergores saat dimasukkan ke jeans.

Sayangnya, area lensa di sisi belakang agak menonjol sehingga rentan lecet jika tidak berhati-hati ketika meletakkan ponsel terutama di permukaan kasar.

Tercipta sebagai ponsel dual SIM, Nokia Asha 310 memiliki dual slot SIM, yang di mana salah satunya ( SIM 2) merupakan hotswap yang terdapat di sisi ponsel, yang bersisian dengan hotswap utuk slot MicroSD.

Di sisi lainnya, ponsel ini menyediakan ruang untuk tombol volume dan tombol daya/ penguncian. Sedangkan pada bagian atas ponsel, terdapat port microUSB, port charger dan 3.5mm audio port.




LAYAR  DAN  INTERFACE

Layar: 240 x 400 pixels, 3.0 inches (~155 ppi pixel density); TFT capacitive touchscreen, 65K colors; multitouch; Scratch-resistant glass

Untuk penampang visual, Nokia Asha 310 didukung oleh layar TFT  seluas 3 inchi. Layar sentuh capacitive-nya sangat responsif dalam menerima sentuhan dan ketukan dari jari.

Ketika PULSA mencoba menggulirkan seluruh halaman menu pada Asha 310, perpindahannya terasa begitu lancar tanpa kendala. Layar sentuh kapasitif yang diusungnya menawarkan responsivitas yang mengagumkan. Dengan layar sentuh yang apik, Nokia rupanya masih enggan membekali Asha 310 dengan perlindungan antigores Gorilla Glass, artinya kami tidak bisa menjamin kemampuannya bisa sekuat Asha 311. Dengan sajian hingga 65ribu ragam warna, layar Asha 310 cukup dapat diandalkan untuk menyuguhkan beragam  tampilan menu di dalamnya.
Menggunakan sistem operasi S40, pada modus lockscreen, berbeda dengan seri Asha lainnya yang masih menggunakan ikon gembok, pada Asha 310 cukup menggeser layar ke kiri atau kanan untuk masuk ke halaman Menu. Uniknya, interface Asha 310 juga ternyata dilengkapi pula dengan notification tray yang menyerupai notification bar milik Android.

Memasuki halaman menu, Anda akan menjumpai 3 slide sheet menu. Sheet pertama akan membawa Anda ke Homescreen yang shortcut-nya dapat Anda personalisasikan. Sementara Sheet kedua adalah halaman menu baru kemudian ditutup dengan sheet ketiga yang menyajikan call dialler. 


INTERNET DAN KONEKSI

GPRS/ EDGE; Wi-Fi 802.11 b/g; Bluetooth v3.0 with A2DP; micro USB v2.0; Browser: WAP 2.0/xHTML, HTML; Memori : 20 MB, 128 MB ROM, 64 MB RAM, microSD, up to 32 GB

Untuk Anda yang aktif browsing dan sering menjelajah ke dunia maya, Nokia Asha 310 siap mengakomodasinya. Dari sisi software, Asha 308 dan 310  punya keunggulan berupa Nokia Xpress Browser yang diklaim sanggup mengkompresi data hingga 90%. Walhasil, pengalaman berinternet menjadi lebih cepat dengan pemakaian data lebih hemat.

Bedanya, pada Nokia Asha 310 tidak mendukung jaringan  3G, sedangkan Asha 308 tidak mendukung koneksi via WiFi. Jadi Anda harus bergantung pada kuatnya jaringan operator yang Anda gunakan. Beruntung untuk varian Asha 310, Nokia mau berbaik hati dengan menyematkan koneksi Wi-Fi.

Seperti halnya seri Asha lainnya, Asha 310 juga memiliki Nokia Life+ yang memberikan akses terhadap konten pendidikan, kesehatan dan hiburan. Layanan yang disajikan oleh Nokia Xpress Browser atau Nokia Store ini sebenarnya merupakan evolusi dari layanan Nokia Life Tools yang menggunakan SMS sebagai basis layanannya.


KAMERA DAN VIDEO

Kamera: 2 MP ( 1600x1200 pixels); Video : 176x144@10fps; Video player: MP4/WMV/H.263/H.264 player

Nokia Asha 310  hanya dibekali dengan kamera tunggal  2MP yang belum didampingi dengan lampu flash. Kualitas jepretan outdoor yang dihasilkan cukup tajam, dengan komposisi warna objek yang cerah. Hanya saja, saat kamera Asha 310 menjepret objek indoor, gambar yang dihasilkan cenderung redup dan rawan  agak gelap di sekitar bingkai fotonya. Namun secara keseluruhan hasil kamera Asha 310 cukup baik untuk sekedar foto uploader sederhana.  Saat diuji coba untuk merekam objek bergerak, hasilnya masih berbintik-bintik dan lag. Terutama saat merekam objek bergerak seperti kendaraan yang sedang jalan.

Hasil foto dan video yang disimpan dalam gallery dapat langsung dibagi melalui Email, Bluetooth dan SMS. Untuk mengirim foto via Bluetooth ke perangkat lain tidak ditemukan kendala.

SEKTOR  AUDIO

Stereo FM radio with RDS, FM recording; Audio player : WAV/MP3/WMA/eAAC+ player

Belum ada sesuatu yang istimewa yang tampak di fitur pemutar musik Asha 310. Pemutar musik Asha 310 terdiri dari now playing, library dan playlist. Library mengelompokkan lagu dalam kategori lagu, artis, album, genre dan video. Sementara Playlist akan menyajikan kepada Anda daftar lagu yang sedang dimainkan, lagu yang baru saja ditambahkan serta yang kerap Anda dengarkan. Tampilan audio player Asha 310  tampak sederhana dengan interface durasi, play/paused, forward dan rewind.

Nyaris tidak banyak perubahan tampilan skin album art yang ada di pendahulunya, yakni Asha 308. Settingan musiknya pun sama yakni seperti equalizer, shuffle, repeat dan lain sebagainya. Selain menggunakan headset yang disertakan, Anda juga dapat mendengarkan musik menggunakan headset Bluetooth yang dijual terpisah di pasaran. Sebagai alternatif hiburan audio, Nokia Asha 310 sudah menyiapkan pula radio FM yang juga dapat digunakan untuk merekam siaran favorit Anda.   


DUAL  SIM

(2G)  GSM 900 / 1800 - SIM 1 & SIM 2

Secara fisik, Nokia Asha 310 memang tidak memiliki tombol opsi SIM. Namun pada saat Anda ingin melakukan panggilan, browsing via mobile data, dan mengirimkan pesan teks, nantinya akan muncul notifikasi pada layar “ Choose a SIM 1 or SIM 2”. Tinggal tap  ikon SIM 1 atau SIM 2 yang ingin Anda gunakan.

Anda pun dapat mengatur penggunaan SIM card mana yang akan Anda gunakan untuk mengirimkan SMS, MMS, mobile data dan untuk panggilan telepon dengan masuk ke SIM Management.  Untuk setting ini, ternyata hanya dapat dilakukan pada salah satu SIM saja.

Nokia Asha 310 tidak hanya dual on namun dual stand by. Pengaturan ini bisa Anda lakukan di Menu> Setting> Call Setting > More Setting>Call Waiting> Aktifkan call waiting untuk SIM 1 dan SIM 2> Ok. Lalu Aktifkan Call Answered Alert, jadi di saat  Anda sedang menerima panggilan, lalu ada telepon masuk tetap ada alert atau dering yang memberitahukan Anda.


KELEBIHAN
• Dual SIM Dual Standby
• Hotswap untuk Micro SD dan SIM 2
• Support WiFi
• Harga ekonomis
• Layar sentuh capacitive

KEKURANGAN
• Mengandalkan jaringan 2G
• Kualitas kamera dan video kurang maksimal
• Perbedaan “tipis” dengan pendahulunya

KESIMPULAN

Nokia Asha 310 jika dibandingkan dengan Nokia Asha 308 nyaris sama, baik dari sisi dimensi, disain hingga beragam fitur di dalamnya. Perbedaaannya hanyalah pada kemampuan menangkap 3G pada Asha 308, sedangkan Asha 310 tidak bisa, namun pada Asha 310 memiliki koneksi via WiFi. Dengan perbedaan-perbedaan tipis yang dimiliki Asha 310 dengan pendahulunya, Nokia seperti tidak ada inovasi baru, jadi kelahiran Asha 310 bisa dinilang hanya sebuah pelengkap portfolio semata.